March 30, 2015

Jalan-Jalan ke Jakarta Toys and Comics Fair 2015

Tanpa terasa Maret sudah hampir berlalu ya.. dan sudah beberapa saat sejak update tulisan ini, saya baru sempat update lagi ^^ Lanjut saja yuk. Mariiii…

Setelah menempuh aral melintang, melewati lembah sungai, badai dan topan #iyalebaybanget sampailah kami berdua di Balai Kartini. Hujan sempat berubah deras dan mengakibatkan pengunjung yang ngendon *entah ini apa istilah Bahasa Indonesianya* berlarian menghindari hujan.

March 27, 2015

Tentang Menahan Diri ;)

Lupa dapat darimana ._.v
Saya lupa kutipan ini awalnya saya dapat darimana. Mungkin dari Path, Facebook, Twitter atau social media lain yang kebetulan saya buka dan kemudian saya simpan gambarnya. 

Begitu membacanya pertama kali, bisa dibilang saya agak sedikit tertampar sih. Tulisan ini seakan mengingatkan saya –lagi- untuk lebih menahan diri dan tidak “aneh-aneh” dalam berkata atau membuat postingan di social media. Mungkin memang tidak semua manusia sesensitif saya. 

Tapi kalau ternyata ada yang justru lebih sensitif dan kemudian salah sangka? Tidak ada yang bisa menebak kan? Mengutarakan isi hati sih tidak selalu salah, tapi jujur saja deh, berapa banyak sih yang tidak merasa terganggu dengan :

March 19, 2015

Bersama Adik Kelas :3

Minggu pertama di bulan Maret ini banyak cerita baru yang bermunculan. Mulai dari kehadiran adik-adik kelas yang akan Praktek Kerja Profesi (PKP) di industri yang tersebar di sini *yaaa ampuuun… rasanya baru kemarin saya yang hijrah ke sini untuk PKP* hingga realisasi beberapa rencana liburan low budget kali kesekian, hihihi XD #irit
Adik-adik kelas yang saya maksud ini adalah 4 lelaki dan 4 perempuan yang sudah saya kenal sejak jaman berkuliah dulu. Beberapa di antaranya bahkan bisa dibilang cukup dekat karena sering terlibat bersama dalam organisasi atau kepanitiaan. Ketika diberitau suami bahwa mereka-mereka ini yang akan merantau selama 2 bulan di bumi Cikarang, ekspresi saya semacam  --_____--“ ealaaah mereka lagi toh… :p

February 25, 2015

Jalan-Jalan ke Doraemon Expo

Minggu lalu, tepatnya tanggal 15 Februari 2015, akhirnya keturutan juga ke 100 Secret Gadgets Doraemon Expo di Ancol Beach City Mall setelah beberapa kali gagal karena alasan-alasan klise yang intinya karena masih males aja sih keluar kota :p
Tiketnya bisa diperoleh di booth yang ada lokasi, membeli secara online, atau membeli di Alfamart, Lawson, Alfamidi yang menjadi ticketing partner acara ini. Harga normalnya sih 90.000 rupiah untuk orang dewasa dan 55.000 rupiah untuk anak-anak. 
Tapiii… berbekal hobi survey dan doyan diskonan, saya mencari informasi diskon untuk pembelian tiket expo ini. Yakaliiii ada, kan lumayan sisa duitnya bisa ditabung atau buat jajan, hihihi.

February 19, 2015

You Can!

Alhamdulillah…
Rasanya tidak jauh berbeda seperti ketika dinyatakan lulus sidang skripsi, seperti selepas mengucapkan sumpah apoteker, seperti setelah mendengar persetujuan dua keluarga untuk menggelar akad secepatnya.
Gambar dari sini
Rasa haru dan syukur yang seolah tiada habisnya.

Saya tidak percaya kebetulan yang terlalu indah. Ini mungkin adalah jawaban dari usaha dan doa. Bukan hanya doa kami, tapi juga orang tua yang mengalirkan doa tiada henti. Mereka juga adalah kunci sukses untuk kebahagiaan dan tawa yang untuk saat ini hanya bisa dibagi lewat suara dan tulisan saja.

Lelaki saya sudah pernah mengambil langkah berani dengan menikahi saya ketika bahkan kami baru bisa tidak membebani finansial keluarga selama beberapa bulan saja. Langkah yang mengundang banyak reaksi dari keluarga dan rekan-rekan sekitar. Kali ini, ia kembali berjalan sendiri, mengambil langkah lain yang lebih besar. Mengambil kesempatan yang awalnya ia sendiri ragu untuk mengambilnya. Ia tidak meminta pertimbangan siapapun selain kesediaan saya untuk mendukungnya.

Bayaran yang tinggi dengan bonus lumayan bukan satu-satunya standar. Kesempatan belajar, mengembangkan diri, dan menyerap ilmu adalah sebaik-baiknya alasan. Tapi untuk lelaki saya yang satu ini, kepercayaan dirinya yang akan terus meningkat, keyakinannya terhadap dirinya sendiri bahwa ia juga bisa, ia juga mampu, ia tidak ketinggalan langkah dibanding teman-temannya, adalah kebahagiaan tersendiri untuk saya yang sekarang mendampinginya. Saya menjadi saksi semangatnya yang menggebu akan pembuktian dirinya yang kesekian. Ya… lelaki saya ini, berjalan sebagai seorang yang tidak mengenal siapa-siapa, hanya memiliki saya seorang di tempat perantauannya, dan maju dengan bekal yang kami persiapkan berdua saja. Dan… dia bisa.

Alhamdulillah…